Jawa Barat tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama bagi para penanam modal, baik domestik maupun mancanegara. Dengan infrastruktur yang semakin terintegrasi, provinsi ini menawarkan peluang emas bagi berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga teknologi digital. Di tahun 2026, pemerintah daerah telah merilis pembaruan mengenai Peta Investasi Jawa Barat yang menonjolkan beberapa kawasan pertumbuhan baru di luar koridor tradisional Bekasi-Karawang. Pergeseran ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan ekonomi yang lebih inklusif di seluruh wilayah Pasundan.

Lokasi strategis pertama yang menjadi primadona dalam peta terbaru ini adalah kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati). Kehadiran Pelabuhan Patimban sebagai gerbang logistik internasional dan operasional penuh Bandara Kertajati telah mengubah wajah ekonomi di utara Jawa Barat. Investor kini mulai melirik Subang dan Majalengka untuk membangun pusat-pusat pergudangan dan industri berorientasi ekspor. Akses tol yang menghubungkan kawasan ini dengan Jakarta membuat distribusi barang menjadi jauh lebih efisien, memangkas waktu logistik yang selama ini menjadi kendala utama bagi para pelaku usaha di Jawa Barat.

Selain kawasan industri berat, Jawa Barat juga memetakan potensi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di wilayah selatan. Sukabumi dan Pangandaran kini dipersiapkan dengan infrastruktur jalan yang lebih baik untuk menarik minat pembangunan resor ramah lingkungan dan pusat edukasi alam. Fakta bahwa tren global kini mengarah pada pariwisata berkelanjutan menjadikan Jawa Barat Selatan sebagai aset yang sangat bernilai. Pemerintah memberikan berbagai kemudahan perizinan bagi pengusaha yang berkomitmen pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal di lokasi-lokasi strategis tersebut.

Sektor teknologi dan inovasi juga mendapatkan porsi besar dalam perencanaan tahun 2026. Bandung Raya tetap diposisikan sebagai pusat riset dan pengembangan (R&D) serta hub bagi perusahaan rintisan atau startup. Dengan ketersediaan tenaga kerja terampil dari berbagai perguruan tinggi ternama, kawasan ini sangat ideal bagi investasi di bidang perangkat lunak, bioteknologi, dan industri kreatif digital. Peta investasi ini juga mencakup pengembangan pusat data (data center) yang mulai menjamur di sekitar wilayah Bogor dan Depok, memanfaatkan kestabilan infrastruktur kelistrikan dan konektivitas internet yang sangat mumpuni.