Air adalah hak dasar manusia, namun Krisis Air Bersih semakin nyata di Jawa Barat, khususnya di sekitar Kawasan Industri. Tim Fakta Jabar melakukan investigasi mendalam untuk Ungkap Kegagalan Pengelolaan Sumber Daya Air yang menjadi akar masalah ini.
Fakta Jabar menemukan adanya penarikan air tanah secara berlebihan oleh Kawasan Industri. Penarikan ini tidak diimbangi dengan upaya konservasi dan recharge yang memadai. Hal ini menyebabkan penurunan drastis pada permukaan air tanah. Ini merupakan penyebab utama Krisis Air Bersih.
Kegagalan Pengelolaan Sumber Daya Air ini berdampak parah pada sumur-sumur warga di sekitar kawasan tersebut. Banyak sumur yang mengering. Atau, air yang keluar memiliki kualitas buruk. Ini memaksa warga untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli Air Bersih dari luar.
Investigasi kami menunjukkan bahwa meskipun regulasi sudah ada, pengawasan terhadap izin dan volume penarikan air tanah oleh industri sangat lemah. Fakta Jabar menduga adanya praktik ilegal dan manipulasi laporan penggunaan air oleh beberapa perusahaan besar.
Data hidrologi yang dianalisis oleh Fakta Jabar menunjukkan bahwa laju penarikan air tanah jauh melampaui laju pengisian alami. Jika Kegagalan Pengelolaan Sumber Daya Air ini berlanjut, Krisis Air Bersih dapat menjadi bencana ekologis yang tidak dapat dihindari di masa depan.
Kawasan Industri memiliki kewajiban untuk menggunakan kembali air limbah yang telah diolah (recycled water). Namun, Fakta Jabar menemukan bahwa implementasi teknologi ini masih minim. Mayoritas industri masih sangat bergantung pada penarikan air tanah primer.
Fakta Jabar mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera mengevaluasi ulang semua izin penarikan air tanah di Kawasan Industri. Penegakan hukum yang keras harus diterapkan terhadap industri yang melanggar batas yang telah ditetapkan.
Krisis Air Bersih ini juga merupakan isu keadilan lingkungan. Kebutuhan air untuk kegiatan komersial dan industri seharusnya tidak mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat untuk mendapatkan Air Bersih yang layak dan aman secara berkelanjutan.
Laporan Fakta Jabar menyimpulkan bahwa Kegagalan Pengelolaan Sumber Daya Air adalah hasil dari kepentingan ekonomi jangka pendek yang mengesampingkan keberlanjutan lingkungan dan hak dasar masyarakat.
Fakta Jabar berkomitmen untuk terus memantau. Kami akan Ungkap Kegagalan Pengelolaan Sumber Daya Air ini. Kami akan mendorong solusi yang adil. Solusi yang menyeimbangkan kebutuhan industri dengan hak dasar warga atas Krisis Air Bersih yang berkualitas.
