Kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup kini semakin membara di kalangan generasi muda Tatar Sunda. Memasuki pertengahan Maret 2026, sebuah inisiatif besar bertajuk Jambore Pemuda Hijau Jawa Barat resmi digelar sebagai wadah berkumpulnya ribuan aktivis lingkungan, mahasiswa, dan komunitas pecinta alam. Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkemah biasa, melainkan sebuah konsolidasi gerakan moral dan fisik untuk menjawab tantangan krisis iklim yang semakin nyata di depan mata. Melalui jambore ini, para pemuda didorong untuk bertukar gagasan, mengikuti workshop konservasi, dan memperkuat jejaring kolaborasi demi mewujudkan Jawa Barat yang lebih asri dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Puncak dari rangkaian acara ini adalah pelaksanaan aksi tanam pohon massal yang melibatkan partisipasi aktif dari seluruh peserta jambore. Ribuan bibit pohon dari berbagai jenis tanaman keras dan produktif, seperti mahoni, ketapang, hingga pohon buah-buahan lokal, ditanam secara serentak. Penggunaan metode penanaman yang tepat disosialisasikan terlebih dahulu oleh para ahli kehutanan agar tingkat keberlangsungan hidup bibit yang ditanam mencapai angka maksimal. Aksi ini merupakan bukti nyata bahwa pemuda Jawa Barat tidak hanya pandai berwacana di media sosial, tetapi juga memiliki komitmen fisik untuk turun langsung ke lapangan dan berkontribusi pada penghijauan bumi pertiwi.

Lokasi strategis yang dipilih sebagai titik fokus kegiatan ini berada di kawasan DAS Citarum, yang merupakan urat nadi kehidupan bagi jutaan warga di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum telah lama menjadi sorotan karena beban polusi dan sedimentasi yang cukup tinggi. Dengan melakukan penanaman pohon di wilayah hulu dan sempadan sungai, diharapkan akar-akar pohon tersebut dapat memperkuat struktur tanah, mencegah erosi, dan berfungsi sebagai daerah resapan air yang efektif. Pemulihan ekosistem di sepanjang aliran sungai ini menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko banjir tahunan serta menjaga ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun pertanian di masa depan.

Pihak penyelenggara dari Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait untuk memastikan keberlanjutan dari pohon-pohon yang telah ditanam. Setiap blok penanaman diserahkan tanggung jawab perawatannya kepada komunitas lokal dan kelompok tani hutan sekitar, sehingga aksi ini tidak berhenti pada seremoni penanaman saja.