Angka mencengangkan: Jabar Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Lindung. Fakta Jabar Bedah angka ini dan menganalisis secara mendalam Dampaknya pada DAS Citarum yang merupakan urat nadi kehidupan di Jawa Barat. Kehilangan ini setara dengan bencana lingkungan yang masif.

Kehilangan Kawasan Lindung ini berarti fungsi resapan air telah hilang. Saat musim hujan, air tidak tertahan. Ini menyebabkan banjir besar di kawasan hilir, termasuk Bandung dan Karawang.

Fakta Jabar Bedah bahwa erosi dari lahan yang gundul mengalir langsung ke sungai. Akibatnya, terjadi sedimentasi parah, yang mengurangi kedalaman sungai dan memperburuk kondisi Dampaknya pada DAS Citarum.

Selama musim kemarau, dampak Jabar Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Lindung adalah krisis air. Debit sungai Citarum berkurang drastis, mengancam irigasi sawah dan pasokan air baku industri serta rumah tangga.

Fakta Jabar Bedah bahwa kehilangan Kawasan Lindung ini merupakan akumulasi dari praktik alih fungsi lahan ilegal dan perubahan tata ruang yang tidak terkontrol selama puluhan tahun.

Upaya rehabilitasi Dampaknya pada DAS Citarum harus segera diintensifkan. Penanaman kembali pohon di area Kawasan Lindung yang hilang harus menjadi agenda utama dan didukung oleh anggaran besar.

Fakta Jabar Bedah bahwa masalah ini memerlukan tindakan hukum tegas terhadap oknum yang bertanggung jawab atas Jabar Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Lindung. Akuntabilitas adalah kunci pemulihan.

Pemerintah dituntut merevisi tata ruang dan memperkuat pengawasan. Pelibatan masyarakat dalam menjaga sisa Hutan Lindung menjadi sangat penting untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Ancaman Dampaknya pada DAS Citarum adalah ancaman bagi ketahanan pangan dan energi Jawa Barat. Citarum memasok air untuk pertanian, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), dan air minum.

Fakta Jabar Bedah ini harus menjadi seruan darurat. Mengembalikan 1,2 Juta Hektare Hutan Lindung adalah pekerjaan rumah kolektif untuk menjamin keberlanjutan hidup masyarakat Jawa Barat.