Di kawasan Pangandaran, Jawa Barat, tersembunyi sebuah permata alam yang keindahannya sering disamakan dengan Grand Canyon di Amerika Serikat, meskipun dalam skala yang lebih intim dan berwarna zamrud: Green Canyon, yang dikenal masyarakat lokal sebagai Cukang Taneuh (Jembatan Tanah). Destinasi ini menawarkan Petualangan Sungai yang memacu adrenalin sekaligus keindahan geologis yang menenangkan. Petualangan Sungai utama di sini adalah menyusuri aliran Sungai Cijulang, di mana pengunjung akan dikelilingi oleh tebing-tebing karst yang tinggi, ditutupi lumut hijau pekat, dan air sungai yang jernih. Untuk menikmati seluruh lanskap Cukang Taneuh, wisatawan harus siap terlibat dalam Petualangan Sungai yang menggabungkan aktivitas perahu dan body rafting.

🛶 Menyusuri Keindahan Tebing Karst

Nama “Cukang Taneuh” berasal dari jembatan tanah alami yang terbentuk di bagian atas ngarai. Area Green Canyon ini merupakan bagian dari formasi geologi karst yang terbentuk selama jutaan tahun.

  • Erosi dan Formasi Unik: Air Sungai Cijulang telah mengikis batuan kapur selama periode waktu geologis yang panjang, menciptakan lorong sempit dengan dinding tebing yang menjulang tinggi. Karena vegetasi yang lebat, sinar matahari sulit menembus langsung, memberikan nuansa hijau kebiruan pada air dan tebing, itulah asal nama Green Canyon.
  • Dua Opsi Penjelajahan: Wisatawan memiliki dua cara utama untuk menikmati Green Canyon:
    1. Perahu Wisata: Perjalanan menggunakan perahu motor dari dermaga yang akan membawa Anda hingga batas di mana perahu tidak bisa lagi lewat.
    2. Body Rafting: Opsi ini jauh lebih menantang dan populer. Pengunjung berenang (menggunakan pelampung) menyusuri sungai dari hulu ke hilir, melompati air terjun kecil, dan melewati celah-celah sempit yang hanya bisa dilalui dengan berenang.

🏊 Body Rafting: Uji Adrenalin di Air Jernih

Aktivitas body rafting di Green Canyon telah menjadi magnet utama bagi para pencinta alam dan adrenalin. Keamanan menjadi prioritas, dengan operator lokal yang berpengalaman.

  • Keamanan dan Pemandu: Setiap sesi body rafting wajib didampingi oleh pemandu profesional yang bersertifikasi. Semua peserta dilengkapi dengan helm, pelampung, dan sepatu khusus. Tim operator, seperti yang diatur oleh Dinas Pariwisata Pangandaran sejak 10 Maret 2024, wajib memiliki lisensi pertolongan pertama.
  • Tantangan Alam: Selama body rafting, peserta akan menemukan gua-gua kecil yang tersembunyi, air terjun setinggi 3 hingga 5 meter untuk dilompati, dan bebatuan besar tempat mereka dapat beristirahat. Kedalaman air bervariasi, namun arus umumnya tenang, kecuali saat musim hujan deras.

Green Canyon, yang terletak sekitar 31 km dari Pantai Pangandaran, menawarkan kontras yang menyegarkan dari pantai. Tempat ini adalah contoh sempurna bagaimana alam dapat menciptakan karya seni yang megah melalui proses geologis yang lambat dan tak terhindarkan.