Sebuah laporan mendalam yang dirilis oleh lembaga independen di Jawa Barat (Fakta Jabar) berhasil mengungkap ironi pembangunan nasional. Fakta Jabar Tunjukkan Bukti otentik bahwa puluhan sekolah rusak parah dan tidak layak pakai di berbagai pelosok daerah, namun Anggaran Pusat justru diprioritaskan IKN (Ibu Kota Negara) yang pembangunannya menelan biaya triliunan. Laporan ini memicu perdebatan sengit tentang etika alokasi Anggaran Pusat dan prioritas pendidikan dasar di Indonesia.

Fakta Jabar Tunjukkan Bukti melalui foto dan data lapangan bahwa kondisi puluhan sekolah rusak parah mencakup atap yang ambruk, lantai yang retak, dan kurangnya fasilitas sanitasi yang layak. Ratusan ribu siswa terpaksa belajar di bawah ancaman bahaya struktural. Ironisnya, permohonan dana perbaikan yang diajukan oleh pemerintah daerah Jawa Barat seringkali tertunda atau ditolak, karena Anggaran Pusat yang besar-besaran diprioritaskan IKN yang dianggap lebih mendesak.

Para pengamat dan aktivis pendidikan di Fakta Jabar berargumen bahwa puluhan sekolah rusak parah di Jawa Barat adalah representasi kegagalan negara dalam memenuhi hak dasar pendidikan yang layak. Mereka mempertanyakan moralitas kebijakan di mana Anggaran Pusat yang diprioritaskan IKN melebihi kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan masa depan anak-anak di sekolah-sekolah yang terancam roboh. Fakta Jabar Tunjukkan Bukti bahwa pendidikan harusnya menjadi prioritas utama negara.

Meskipun Pemerintah Pusat berdalih bahwa pembangunan IKN adalah masterplan jangka panjang, Fakta Jabar menekankan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perbaikan puluhan sekolah rusak parah adalah prioritas yang tidak dapat ditunda. Setiap hari siswa belajar di sekolah rusak parah adalah hari di mana kualitas pendidikan terancam. Anggaran Pusat harus segera dialihkan untuk kebutuhan mendesak ini.

Fakta Jabar Tunjukkan Bukti ini diharapkan dapat menjadi wake-up call bagi anggota parlemen dan kementerian terkait. Mereka harus merevisi kembali alokasi Anggaran Pusat dan memastikan bahwa puluhan sekolah rusak parah mendapatkan dana perbaikan yang layak, bukan hanya janji-janji politik. Prioritas IKN tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan kualitas pendidikan dasar di Jawa Barat dan daerah lainnya.

Isu puluhan sekolah rusak parah di Jawa Barat ini menjadi simbol ketidakadilan pembangunan. Anggaran Pusat yang diprioritaskan IKN seharusnya juga mencerminkan pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan. Fakta Jabar akan terus memantau dan menunjukkan bukti hingga setiap sekolah rusak parah di Jawa Barat mendapatkan perbaikan yang layak dan aman bagi para siswa.