Kota Bandung, yang dijuluki Parijs van Java di era kolonial, menyimpan warisan arsitektur yang sangat kaya dan unik, menjadikannya kota dengan koleksi bangunan Art Deco terbanyak di Asia Tenggara. Wisata sejarah di Bandung tak terpisahkan dari aktivitas Menjelajahi Jejak Bangunan megah dan bersejarah yang tersebar di pusat kota, khususnya di sepanjang Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika. Menjelajahi Jejak Bangunan ini menawarkan pengalaman nostalgia, membawa pengunjung kembali ke masa keemasan kota ini di tahun 1920-an hingga 1940-an. Menjelajahi Jejak Bangunan gaya Art Deco di Bandung adalah cara terbaik untuk memahami perencanaan tata kota yang dirancang oleh arsitek Belanda seperti C.P.W. Schoemaker dan Wolff Schoemaker.

Gaya arsitektur Art Deco, yang populer pada periode interbellum (antara Perang Dunia I dan II), di Bandung diekspresikan dalam varian lokal yang disebut Nieuwe Zakelijkheid (Modernisme Fungsional) dan Indische Art Deco. Ciri khasnya meliputi garis-garis horizontal dan vertikal yang kuat, bentuk geometris yang tegas, penggunaan kaca dan beton, serta minimnya ornamen tradisional Eropa—semuanya disesuaikan dengan iklim tropis.

Jalan Braga, dulunya dikenal sebagai De Postweg (Jalan Pos), adalah pusat gaya hidup dan hiburan tempo doeloe. Di sepanjang jalan ini, Anda akan menemukan toko-toko tua, kafe, dan hotel yang mempertahankan fasad Art Deco mereka. Salah satu yang paling terkenal adalah Gedung Bank Indonesia yang megah dan Bioskop Majestic (dibangun tahun 1920-an). Bioskop ini dulunya menjadi tempat pemutaran film-film Eropa dan Hollywood, dan hingga kini, meskipun telah direnovasi, bentuk lengkung dan canopy khasnya tetap dipertahankan.

Sementara itu, Jalan Asia Afrika (dahulu Groote Postweg) adalah lokasi dari bangunan-bangunan pemerintahan dan hotel bersejarah yang lebih besar. Ikon utamanya adalah Gedung Merdeka, yang dulunya bernama Sociëteit Concordia. Gedung ini menjadi saksi bisu sejarah global ketika digunakan sebagai lokasi Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955. Fasadnya yang elegan dan interiornya yang luas mencerminkan kekuatan desain Art Deco pada masanya. Bangunan penting lain di area ini adalah Hotel Savoy Homann (direnovasi dengan gaya Art Deco pada 1939), yang terkenal dengan bentuk kapal pesiar yang melengkung.

Untuk menjaga warisan ini, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Tata Ruang pada tahun 2023 telah menetapkan 45 bangunan di kawasan Braga dan Asia Afrika sebagai Bangunan Cagar Budaya kategori A dan B. Penetapan ini memastikan bahwa semua renovasi atau perubahan struktur harus mendapatkan persetujuan ketat dari tim ahli sebelum dilakukan, menjamin kelestarian visual dan historis kawasan tersebut. Waktu terbaik untuk Menjelajahi Jejak Bangunan ini adalah pagi hari pada hari Minggu, 12 Oktober, saat lalu lintas belum terlalu ramai, memungkinkan pengunjung mengamati detail arsitektur tanpa terganggu keramaian kota.